Cetak

(Jakarta, 22/4/2016). Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tono Suratman memberikan masukan berharga bagi kepengurusan baru Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) pimpinan Lukman Edy. Tono Suratman menawarkan agar PB PTMSI memanfaatkan program pembinaan pelatih dan pelatihan para atlet tenis meja di Korea Selatan.

 

Dalam sambutannya usai melantik dan mengukuhkan kepengurusan PB PTMSI masa bakti 2016 – 2020 yang dipimpin Ketua Umum Lukman Edy di Gedung Serbaguna GBK, Senayan, Jakarta, Jumat (22/4), pak Tono menginformasikan bahwa beberapa hari yang lalu dirinya didampingi pengurus KONI Pusat  telah melaksanakan kunjungan kerja ke Korea Selatan.  Hasil dari kunjungan kerja itu antara lain adalah diperolehnya komitmen dari Korsel, untuk membantu penuh program pembinaan pelatih dan program pelatihan untuk para atlet Indonesia. “Pintu sudah terbuka lebar. Selanjutnya saya berharap PB PTMSI memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya,” kata Tono Suratman.

 

Disebutkan pak Tono , saat berada di Negeri Ginseng, delegasi KONI Pusat berkesempatan mengunjungi beberapa fasilitas yang langsung dengan olahraga seperti Yong In University, Training Centrea Taereung dan Venues Asian Games 2014 Incheon. Selain itu juga berkesempatan bertemu dengan para pejabat penting yaitu Rektor Universitas Yong In, Ketua Komite Olahraga Korsel dan Walikota Incheon.

Terkait dengan terbentuknya kepengurusan baru PB PTMSI di bawah pimpinan Lukman Edy, pak Tono berharap PTMSI akan menjadi organisasi yang semakin kompak, menyatu serta semakin besar menyebar. Selain itu PB PTMSI mampu melahirkan para petenis meja handal yang tidak hanya digdaya di tingkat Asean namun juga di tingkat Asia. “Semoga pelantikan dan pengukuhan ini menjadi momentum bagi semakin kuatnya  komitmen jajaran kepngurusan PB PTMSI untuk memajukan dan membesarkan organisasi PTMSI serta meningkatkan prestasi para atlet tenis meja menyongsong event-event internasional mendatang,” kata pak Tono.

 

Lebih lanjut pak Tono menyatakan, Asian Games XVIII tahun 2018 yang akan dilaksanakan di Indonesia, telah ditetapkan sebagai target pencapaian prestasi dalam periode waktu tiga tahun ke depan. Menjadi tuan rumah yang baik merupakan salah satu target sukses yang harus dicapai sebagai penyelenggara. Pada saat yang sama juga harus dicapai prestasi sebagai target pencapaian lain yang sama pentingnya. “Saya mengajak seluruh jajaran PB PTMSI untuk segera memantapkan dan menetapkan peta jalan serta strategi yang paling tepat sehingga waktu menuju Asian Games 2018 dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menjaring dan menyaring para atlet tenis meja nasional yang diyakini mampu membawa harum nama bangsa,” ujar  pak Tono.

 

Disamping Asian Games XVIII akan terselenggara multi event besar lainnya yaitu PON XIX tahun 2016 Jawa Barat, PON Remaja II tahun 2017 Jawa Tengah dan SEA Games XXIX tahun 2017 Malaysia. Tiga gelaran multi event ini dapat dijadikan sebagai sasaran antara menuju Asian Games XVIII tahun 2018. Dan khusus untuk SEA Games 2017, PB PTMSI tentunya masih menyimpan catatan lama yang kurang menggembira. Saya harapkan para pemain tenis meja Indonesia mampu menuntaskan dendam lama dengan perolehan medali yang jauh lebih baik dari SEA Games sebelumnya,” tutur  pak Tono.

 

Sementara Lukman Edy menyatakan kesanggupan untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan guna menghadirkan prestasi tenis meja bagi tanah air. Dia menyebutkan, agenda terdekat dari PTSMI,  melanjutkan program kerja salah satunya Kejurnas Tenis Meja kategori Senior dan dibarengi juga dengan Rakernas yang akan digealr di Pekanbaru, Riau pada 20-22 Mei 2016.

Persiapan PON juga akan dibicarakan dalam Rakernas tersebut, menurut jadwal, PON untuk tenis meja akan diselenggarakan mulai tanggal 22-28 Sepetember 2016 bertempat di GOR STT Telkom Buah Batu Bandung. Hal lain yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan atlet menuju Sea Games 2017 di Malaysia, serta persiapan Indonesia selaku tuan rumah Asian Games 2018. Untuk itu atlet perlu disiapkan sebaik mungkin dengan tahapan seleksi yang transparan tanpa diskriminasi.

Lukman Edy ditetapkan sebagai Ketua Umum PTSMI setelah dilaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada tanggal 29 Maret 2016, menggantikan Marzuki Alie yang mengundurkan diri sebelum masa jabatannya habis (2014-2018). (Bidang Media dan Humas KONI Pusat)