Cetak

(Jakarta, 04/05/16). PON XX baru akan berlangsung di Papua pada tahun 2020, namun sejak sekarang ini beberapa persiapan dan pelaksanaan khususnya menyangkut Venues dan Sarpras sudah mulai berlangsung.  Baik KONI Pusat maupun Calon Penyelenggara PON XX, menyadari bahwa untuk menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan pada PON bukan barang yang sederhana dan murah, oleh karena itu keduanya sepakat bahwa sejak sekarang pekerjaan itu harus dimulai secara inten.

Sekum KONI Provinsi Papua yang sekarang juga menjabat sebagai Kadispora Papua Yusuf Yambe, pada rapat koordinasi di KONI Pusat yang dipimpin oleh Waketum I KONI Pusat Suwarno,   menegaskan bahwa saat ini sudah berlangsung pekerjaan-pekerjaan khususnya berkenaan dengan Venues, paling tidak keputusan dimana Venues-venues itu akan dibangun. “Beberapa kota sudah kita putuskan sebagai Sub PB PON XX, dan mudah-mudahan di penghujung tahun 2019 sudah siap, berikut sarana prasaranya. Hari ini saya menyerahkan Laporan Akhir Masterplan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi PON XX, sebagai pertanda bahwa kami sudah membuat ketetapan dan memulai dengan pembangunan Venues”, tegas pak Yusuf Yambe.

Menanggapi laporan dari pak Yusuf Yambe, pak Warno mengingatkan bahwa menjadi tuan rumah PON tidak mudah dan tentu juga tidak murah. “Saya berharap Papua semakin meningkatan intensitas pembangunan Venues dan Sarpras, sehingga waktu yang seakan masih lama dapat dimanfaatkan maksimal untuk menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam PON XX, bila perlu dilaksanakan dengan sistem Multiyears sehingga tidak terlalu terkesan berat dan besar”, pungkas pak Warno.