Cetak

(Surabaya, 30/10/2016).  Wakil I Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Mayjen TNI (Purn) Suwarno hadir dalam acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Hotel Bumi, Surabaya, Minggu (30/10). Dalam sambutannya, Suwarno mengemukakan, KONI Pusat bersikap netral dalam pemilihan Ketua Umum PBSI masa bakti 2016 – 2020 yang akan dilaksanakan pada Munas kali ini.

“KONI Pusat berharap, dalam Munas ini selain untuk melakukan evaluasi dan penetapan program kerja juga bisa memilih Ketua Umum yang terbaik. Pembinaan bulutangkis tidak sederhana. Salah satunya harus mengirim pemain untuk 40 kali turnamen,” ujar Suwano.

Hadir dalam upacara pembukaan itu Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot Dewa Broto, Ketua Umum PBSI masa bakti 2012 – 2016, Gita Wiryawan dan 34 perwakilan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI. Dalam Munas untuk pemilihan Ketua Umum ada dua calon yaitu Gita Wiryawan dan Jenderal TNI (Purn) Wiranto.

Waketum I KONI Pusat Suwarno lebih lanjut  mengemukakan, dalam kondisi bulutangkis sebagai andalan bangsa dan negara di kancah internasional perlu ada kesinambungan program prestasi. Untuk itu tim formatur harus cermat dan jangan melihat ego sektoral. Apalagi diliputi kepentingan politik.

“Ingat, Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan di Indonesia sudah menanti. Kemudian juga tahun depan ada SEA Games 2017 di Malaysia. Jadikan SEA Games sebagai sasaran,” ucap Suwarno yang mewakili Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman yang berhalangan hadir karena tengah mengikuti pertemuan anggar di Jepang.

Menanggapi tentang dua figur calon ketua umum, Suwarno menyatakan, keduanya memiliki plus minus. “Saya berharap pemilik suara yang berhak memilih nanti akan memilih yang terbaik. Sekali lagi, tugas PBSI ke depan tidak ringan,” tegasnya.