Cetak

(Bandung. 8/1/2017). Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat berharap Pengurus Pusat Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PP PSSI) di bawah pimpinan Ketua Umum Edy Rahmayadi bisa meningkatkan prestasi sepakbola Indonesia. Selain itu PSSI juga perlu terus meningkatkan profesinalisme dalam melaksanakan program secara bermartabat.

 

“Ini sesuai dengan moto kepengurusan baru PSSI yaitu berprestasi, profesional dan bermartabat. Untuk itu KONI mengingatkan PSSI harus menegakkan tujuh pilar pembinaan olahraga prestasi, di antaranya kebijakan, organisasi, sarana prasarana, pembinaan, dan anggaran. Tujuh pilar itu adalah satu kesatuan bulan. Kalau salah satu pilar saja tidak maksimal, maka tidak akan pernah juga maksimum dalam pembinaan atlet olahraga,” kata Wakil I Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Suwarno dalam sambutannya.

           

Disebutkan, mengenai kebijakan, PSSI harus menjaga kesinambungan program karena olahraga tidak bisa putus. Kemudian untuk organisasi, diharapkan tidak melakukan permasalahan baru yang bisa mengganggu pelaksanaan program. Soal sarana dan prasarana, PSSI sebagai organisasi yang besar sudah seharusnya memikirkan untuk mempunyai kantor dan lapangan sendiri.

           

“Timor Leste saja yang lebih kecil dari kita mempunyai kantor dan lapangan yang bagus. Sedangkan kita, saya jadi ingat ketika persiapan SEA Games yang lalu, untuk sepakbola harus mencari lapangan ke sana ke mari,” ujarnya.

           

Untuk pembinaan, kata Suwarno, PSSI bisa menyimak tentang adanya gap atlet elit dan pelapis yang terjadi di olahraga nasional. Ini karena adanya stagnasisasi pembinaan. Hal ini jangan sampau terjadi di sepakbola sehingga PSSI perlu menyiapkan pembinaan berlapis mulai dari usia 15 sampai 23 tahun.

           

 Dalam hal itu, ucap Suwarno, PSSI sudah seharusnya mempunyai grand strategi pembinaan jangka panjang. “Ini agar tidak terputus-putus. Disinilah kesinambungan akan terwujud. Hal ini tentu harus didukung pendaan yang kontinyu pula,” ujarnya. ***