Cetak

(Serang, 31/3/2017). KONI Banten dibawah pimpinan Rumiah Kartoredjo sudah menjelma menjadi kekuatan baru olahraga Indonesia. Demikian dikemukakan Wakil I Ketua Umum KONI Pusat Suwarno pada Rapat Anggota Tahunan KONI Provinsi Banten di Le Dian, Kota Serang pada Jum’at sore 31 Maret 2017. Pencapaian tersebut membuat KONI ingin mengadopsi program KONI Banten dalam Hal kebijakan atlet yang dikirim ke multievent.

“Seperti pada PON XIX, Banten hanya mengirim peringkat lima besar Pra-PON hasilnya terbukti dari peringkat 21 di PON Riau 2012 menjadi Peringkat ke 13 di PON Jawa Barat 2016. Seharusnya provinsi lain dan bahkan Indonesia juga melakukan itu sehingga atlet yang dikirim memiliki potensi untuk meraih medali”, ungkap Suwarno.

Terkait persiapan PON Papua, Suwarno selaku Ketua Panwasrah PON XX Papua, mengemukakan bahwa  tuan rumah hanya akan mempertandingkan 38 cabang olahraga sesuai kemampuan venue dan lainnya.

“Papua siap menggelar PON, tapi masih banyak yang harus kita bantu seperti venue dan lainnya. Jumlah cabor juga terbatas dan nomornya juga dikurangi karena wilayah Papua hanya mampu menampung 6.000 atlet. Kami bahkan punya rencana untuk babak kualifikasi kecuali sepak bola kita batasi menjadi delapan besar saja. Kalau PON lalu kan 16 besar, sekarang cukup delapan besar saja” pungkas pak Suwarno.