Ketum KONI Pusat Tono Suratman foto bersama Atlet peraih Penghargaan KONI Award tahun 2017 di Hotel Bidakara Jakarta.
Kegiatan Rangakaian HUT ke-79 KONI
ZIARAH (Rabu, 11 Oktober 2017) Wakil IV Ketua Umum KONI Pusat K. Inugroho bersama para Pengurus dan Karyawan/ti ziarah di Taman Makam Pahlawan, Kalibata.
Seminar Nasional Pembangunan Olahraga Nasional di Lemhannas RI, Jakarta.
Rapat Koordinasi dan Konsultasi KONI Pusat tahun 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta.
KONI Pusat Audensi dengan Wapres
(Jakarta, 9/2/2016). Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman dan Jajarannya Audensi dengan Wakil Presiden Yusuf Kalla
SYUKURAN HUT KONI KE-78
(Jakarta, 19/10/2016). Syukuran HUT KONI dilaksanakan melalui potong tumpeng secara sederhana yang dihadiri oleh Wakil Ketua KOI, Ketua Prima, Dirut PPK GBK dan para Waketum KONI Pusat
Pengurus KONI 2015-2019
(Jakarta 11/01/16). Kerja Cerdas, Kerja Keras, Kerja Tuntas dan Kerja Ikhlas
Waketum IV KONI Pusat bersama Delegasi Corcom 4 Bali Pada tanggal 11 Mei 2016

JAKARTA (4/12/2017): Sumatera Barat siap bersaing menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024. Kesiapan Sumbar menggelar pesta olahraga empat tahunan itu terungkap setelah secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran kepada Tim Pejaringan Tuan Rumah PON XXI/2024 di Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Jakarta, Senin (4/12/2017).

Ketua Umum KONI Sumbar Syaiful SH, M Hum menyerahkan langsung berkas pendaftaran daerah itu. Beliau didampingi Waketum IV KONI Sumbar Ali Musri dan Kabid Olahraga Prestasi Dispora Sumbar Rasyidi Sumitri. Keseriusan Sumbar ditunjukkan dengan diserahkannya surat dukungan resmi dari Gubernur Sumbar Iwan Prayitno dan Ketua DPRD Sumbar Ir Hendra Iwan Rahim.

Delegasi Sumbar diterima langsung oleh Wakil I Ketua Umum KONI Pusat Suwarno yang juga Ketua Tim Penjaringan Tuan Rumah PON XXI/2024 didampingi Wakil IV Ketua Umum KONI Pusat K. Inugroho. Bapak Suwarno  mengemukakan, Sumbar sudah mengirimkan surat pendaftaran menjadi calon tuan rumah PON XXI/2024 Kamis (30/11/2017) lalu. Kehadiran delegasi Sumbar sekarang sebagai pengukuhan pencalonan tersebut. 

"Ya kita terima karena sudah mendaftar sesuai jadwal. Hanya penyerahan berkasnya terlambat karena ada halangan,"ujar Bapak Suwarno. 

Dengan masuknya Sumbar maka pencalonan tuan rumah PON XXI/2024 menjadi makin kompetitif. Dari jumlah daerah yang mendaftar ada hikmah positif, olahraga makin disadari sebagai peningkatkan sumber daya manusia di daerah dan pusat. 

"Proses pencalonan tuan rumah PON ini layaknya Asian Games. Prosesnya cukup panjang. Untuk itu calon tuan rumah harus membuat rencana jangka panjang," ujar Pak Waketum I.

Disebutkan, tuan rumah PON perlu menyiapkan tiga hal utama. Pertama membuat rencana jangka panjang tentang fasilitas tempat pelaksanaan pertandinga. Kedua menyiapkan panitia penyelenggara. Yang ketiga menyiapkan kontingen untuk meraih prestasi terbaik.

"Jangan sampai sebagai tuan rumah, hanya mengalungkan medali kepada para tamu. Para atlet tuan rumah juga harus bersiap untuk meraih prestasi sehingga bisa sukses prestasi dan penyelenggaraan," kata Pak Warno menjelaskan. 

Menurut Bapak Suwarno, pendaftaran calon tuan rumah PON XXI telah dibuka sejak Mei 2018 dan  ditutup Kamis (30/11/2017). Setelah menerima pendaftaran, KONI Pusat selanjutnya akan melakukan verifikasi persyaratan administrasi serta akan melakukan pemantauan langsung persiapan yang dilakukan. "Siapa nanti yang terpilih akan diputuskan dalam Musornaslub KONI," ujar pak Suwarno.

Sementara itu Wakil IV Ketua Umum KONI Pusat K. Inugroho menjelaskan, daerah yang mendaftar sebagai calon tuan rumah PON membayar uang pendaftaran sebesar Rp 1 Milyar dan menyerahkan uang jaminan senilai Rp 5 Milyar. "Kalau tidak terpilih maka uang jaminan itu akan kembali ke daerah yang memberikan," ujar Pak Inugroho.

Tentang proses pemilihan tuan rumah PON XXI/2024 nanti, Tim Penjaringan akan memeriksa kelengkapan persyaratan administrasi yang antara lain berisi surat dukungan dari pemerintah daerah, dan DPRD. Setelah itu Tim Penaringan melakukan peninjauan tentang kesiapan 30 persen dari fasiltas penyelanggaraan.

"Daerah yang lolos verifikasi Tim Penjaringan nantinya akan dipilih anggota KONI Pusat pada Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa KONI. Selanjutnya pemerintah yang memutuskan," kata  Pak Inugroho.

Dengan masuknya Sumbar maka kini ada enam daerah yang masuk bursa pencalonan tuan rumah PON XXI. Sebelumnya telah mendaftar Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Sumbar sama dengan Kalsel mendaftar sebagai tuan rumah mandiri. Sedangkan Aceh dan Sumut serta Bali - NTB mendaftar sebagai tuan rumah bersama.

"Sumbar tidak banyak janji. Yang jelas kami siap menggelar PON 2024. Kami sudah mempunyai empat satdion dan segera akan membangun stadion utama di Sikabu, Kabupaten Padang Pariman dengan kapasitas 40.000 penonton. Sementara empat stadion lainnya sudah disiapkan di Kabupaten Dalmas Raya, Pasaman Barat, Agam, dan Kota Padang dengan Stadion Haji Agus Salim," kata Ketua Umum KONI Provinsi Sumbar Syaiful usai menyerahkan berkas pendafataran. 

Sumbar, kata Pak Syaiful, akan menyebar pelaksanaan pertandingan PON XXI ke berbagai kabupaten/kota. "Sumbar mengandalkan kebersamaan untuk menjadi tuan rumah PON 2024. Kami akan menggelar pertandingan di 19 kabupaten/kota. Sudah ada kesepakatan tiap kabupaten/kota akan menyelenggarakan dua cabang olahraga,"ujar Pak Syaiful.

Keterangan Syaiful diperkuat oleh Pak Rasyidi Sumitri dengan menyatakan, pemerintah Sumbar serius mendukung pembangunan sarana dan prasarana untuk menjadi tuan rumah PON 2024. Untuk pembangunan stadion utama sudah dianggarkan Rp 800 milyar.

"Stadion Utama nanti akan diberi nama Gelora Bung Hatta. Ini akan melengkapi Gelora Bung Karno di Jakarta. Ini salah satu andalan kami. PON XXI/2024 nanti akan menjadi momen bersejarah dengan menggabungkan dua nama proklamator Soekarno - Hatta," ucap Pak Rasyidi.

Baik Pak Syaiful, Pak Ali Musri dan Pak Rasyidi  membantah Sumbar terlambat mendaftar karena pendaftaran telah ditutup Kamis (30/11/2017) lalu. Pasalnya surat pendaftaran sudah diserahkan oleh perwakilan Sumbar di Jakarta pada 30 November 2017 malam sebelum pendfataran ditutup. 

"Jadi kami sekarang hanya meresmikan saja dan melengkapi berkas syarat pencalonan. Kami baru bisa datang sekarang karena waktu itu pesawat terus mengalami penundaan. Esoknya libur sampai Minggu. Makanya baru sekarang kami datang," kata Pak Syaiful.