Cetak

(Bandung, 21/01/2015). Rapat Koordinasi KONI dengan PB PON XIX dan PEPARNAS XV Jawa Barat tahun 2016 yang berlangsung tanggal 21 Januari 2016 di Bandung secara aklamasi menyepakati pengunduran tanggal pelaksanaan PON XIX dari tanggal 9 - 21 September ke tanggal  17 - 29 September 2016.

 Pengunduran itu diusulkan PB PON karena ditengah jadwal yang telah ditentukan sebelumnya ada hari besar keagamaan nasional Hari Raya Idul Adha tanggal 12 September 2016. Menurut Ketua PB PON Jabar Ahmad Heryawan yang juga Gubernur Jawa Barat dalam sambutan pembukaan rakor menyatakan  pengunduran ini sebagai langkah antisipasi agar penyelenggaraan PON tidak berpotensi mengganggu ketenangan Umat Islam dalam menjalankan ibadah sehingga dapat berdampak negatif terhadap kondusivitas serta kelancaran penyelenggaraan PON itu sendiri serta untuk efektivitas dan kesinambungan pertandingannya.

Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman dalam sambutannya menyatakan KONI menghormati adanya hari keagamaan Umat Islam. Perubahan waktu penyelenggaraan PON menurut peraturan merupakan bagian dari tugas yang harus disepakati seluruh KONI Provinsi. Rakor diikuti KONI dari 34 Provinsi, pengurus KONI Pusat dan Ketua PB PON Ahmad Heryawan beserta jajaran PB PON. Berkaitan dengan perkembangan pembangunan Venues PON saat ini, Ketua PB PON mengatakan bahwa penyelesaiannya sudah 94 % sisanya dalam semester pertama sudah akan selesai.

Pada kesempatan itu Wakil Ketua KONI Pusat Bidang Organisasi Suwarno dalam penjelasan didepan peserta rakor antara lain menginformasikan Permasalahan Cabor  Sepakbola sedang berproses mendapatkan kemajuan dengan akan diselenggarakannya babak kualifikasi di Jawa Barat untuk menghasilkan juara zona kecuali zona Sumatera yang sudah menghasilkan juaranya.

Sementara itu Wakil Ketua Umum KONI K. Inugroho yang juga Ketua Panwasrah meminta perhatian PB PON atas rekomendasi Panwasrah terhadap berbagai kegiatan yang telah dilakukan bidang PB PON antara lain tindak lanjut hasil peninjauan dan pertemuan dengan Technical Delegate. Panwasrah meminta venues yang tidak memenuhi ketentuan keselamatan cabor harus dikoreksi begitu pula yang tidak sesuai standar agar dipenuhi sehingga tidak mengganggu kesuksesan prestasi maupun kesuksesan penyelenggaraan yang ditargetkan Jawa Barat sebagai tuan rumah. (BIDANG MEDIA HUMAS KONI PUSAT)