Cetak

(Jakarta, 7/3/2016) – Deputi IV Kementrian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora), Djoko Pekik Irianto  mewakili Menpora Secara resmi membuka Rapat Anggota KONI Tahun 2016 di Gedung Serbaguna Gelora Bung Karno, Senayan.

 

Dalam sambutan pembukaan RAK KONI pak Tono Suratman meminta semua pihak memahami tentang perubahan dan perkembangan pusat olahraga di berbagai belahan dunia. Olahraga, menurutnya, bahkan sudah menjadi identitas bangsa untuk menunjukkan kemajuan yang dicapai bangsa tersebut.  “Karena itu olahraga membutuhkan penanganan yang serius. Sudah saatnya semua menerapkan kualitas sebagai acuan dalam penanganan olahraga. Baik dalam manajemen pengelolaan organisasi induk cabang olahraga maupun pembinaan atlet,” ujar  pak Tono Suratman.

 

Kualitas pengurus dan pelatih, katanya, harus menjadi perhatian semua pihak. Selain itu pelayanan terhadap atlet juga harus benar-benar mencerminkan penghargaan terhadap anak bangsa Indonesia. Dengan demikian rasa nasionalisme akan semakin kuat dan dalam ternanam.

 

Dalam kesempatan itu pak Tono kembali mengingatkan, tantangan berat sudah menanti ke depan. Ada Olimpiade 2016 di Brasil, Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Tahun 2016 di Jawa Barat, SEA Games 2017 di Malaysia dan Asian Games XVIII Tahun 2018 di Indonesia. Tantangan ini bisa dilalui dengan hasil kegemilangan prestasi bila semua mendedikasikan segenap pikiran dan tenaga, hanya untuk membina dan meningkatkan prestasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada para atlet kebanggaan Indonesia. ”Seluruh program dan kegiatan harus dikerjakan dengan Cerdas, Keras, Tuntas dan dengan Ikhlas,” ujarnya.

 

Deputi IV Kementrian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora), Djoko Pekik Irianto dalam pembacaan sambutan Menteri Pemuda Dan Olahraga, Imam Nahrawi dalam acara pembukan RAK menyampaikan bahwa  pelaksanaan PON ke depan perlu perbaikan-perbaikan sehingga bisa menjadi kawah candardimuka pementasan atlet berprestasi yang bisa diandalkan untuk membela Indonesia di kancah dunia. Selain mengkaji cabang olahraga yang dipertandingkan juga perlu ada pembatasan kategori atlet dan usia. Bahkan ke depan PON dilaksanakan di dua provinsi.

 

“Tengah dikaji kemungkinan tuan rumah PON di dua provinsi. Perlu ada tuan rumah pendamping. Tidak lagi hanya satu provinsi seperti selama ini,” kata Deputi IV Kemenpora, Djoko Pekik Irianto

 

Lebih lanjut Djoko Pekik mengemukakan, sangat tepat tema “Sinergikan Pembinaan Prestasi Olahraga Melalui PON XIX/2016 Di Jawa Barat Guna Mendukung Suksesnya Asian Games 2018” yang diusung dalam rapat anggota KONI Pusat itu. Menurut, Djoko, Menpora menilai, untuk mewujudkan sukses PON dan Asian Games 2018 maka stakeholder olahraga di Tanah Air perlu bersatu padu. Karena itu Menpora berharap rapat anggota bisa menghasilkan rumusan-rumusan strategis untuk meningkatkan prestasi secara global.