Musornaslub dan Rapat Anggota KONI Tahun 2018
(Jakarta, 25/4/2018). Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman Foto Bersama dengan Menpora Imam Nahrawi dan Dewan Kehormatan KONI Pusat dan Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar serta Ketua Umum KOI Erick Tohir di Hotel Bidakara Jakara.
(Jakarta, 8/1/2018). Ketua Umum KONI Pusat menerima Ketua CdM Asian Games 2018 Untuk Indonesia
Family Gathering KONI Pusat Tahun 2017 di Cikole, Suban Jawa Barat..
Ketum KONI Pusat Tono Suratman foto bersama Atlet peraih Penghargaan KONI Award tahun 2017 di Hotel Bidakara Jakarta.
Kegiatan Rangakaian HUT ke-79 KONI
ZIARAH (Rabu, 11 Oktober 2017) Wakil IV Ketua Umum KONI Pusat K. Inugroho bersama para Pengurus dan Karyawan/ti ziarah di Taman Makam Pahlawan, Kalibata.
Rapat Koordinasi dan Konsultasi KONI Pusat tahun 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta.
Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman Wakil I Ketua Umum Suwarno, dan Sekretaris Jenderal KONI Pusat E. F Hamidy menghadiri rapat terbatas (Ratas) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, membahas perkembangan persiapan Asian Games XVIII 2018.
Seminar Nasional Pembangunan Olahraga Nasional di Lemhannas RI, Jakarta.
(Jakarat, 20/10/2017). Ketua Umum KONI Pusat Mendampingi Menteri PMK meninjau Venue Asian Games 2018
Pengurus KONI 2015-2019
(Jakarta 11/01/16). Kerja Cerdas, Kerja Keras, Kerja Tuntas dan Kerja Ikhlas

(Jakarta, 18/4/2016). Apel 17-an KONI Pusat yang rutin dilakukan setiap tanggal 17 setiap bulannya, pada 18 April 2016 untuk pertama kali dilakukan menjadi Upacara dengan pengibaran bendera dan pembacaan UUD 1945 di Gedung KONI Pusat.

Dalam arahannya, Wakil Ketua Umum I Suwarno menyampaikan kepada pengurus dan karyawan bahwa dalam undang-undang keolahragan, tujuan olahraga yaitu untuk kebugaran, kesehatan, serta membangun karakter, persatuan kesatuan, harkat martabat, dan kehormatan Bangsa di Forum Internasional.

Dalam beberapa waktu ini, masih menurut pak Warno, KONI akan terlibat dalam penyelenggaraan PON XIX Jawa Barat, dan PON Remaja II Jawa Tengah dan Asian Games 2018. Pak Warno juga menyampaikan bahwa setelah berkunjug ke Korea, memperoleh informasi bahwa Korea menyelenggarakan PON setahun sekali, sedangkan kita hanya  menyelenggarakan 4 tahun sekali. Dari penyelenggaraan yang lebih sering, maka wajar bila para atlit Korsel lebih mendunia, karena selalu tertantang dengan lebih tingginya frekuensi uji coba dan kompetisi.