Ketum KONI Pusat mengunjungi Team Softball Putri Indonesia pada perhelatan SEA Games 2019 Filipina
Foto Bersama Setelah Upacara Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.
Pengurus KONI PUSAT Tahun 2019-2023
Letjen TNI (Purn) Marciano Norman Terpilih Jadi Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 dalam acara Musornas KONI di Hotel Sultan Jakarta secara Aklamasi.
Serah Terima Jabatan Ketua Umum KONI Pusat
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman Tatap Muka dengan Karyawan di Ruang Rapat Lantai. 10 Jakarta.

JAKARTA: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menggandeng PT. Tata Media Prima untuk menggelar lomba lari Indonesia Marathon yang akan dilaksanakan 9 Agustus 2020 mendatang. Lomba lari dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia itu menargetkan 10.000 peserta dari dalam dan luar negeri.

Perwujudan kerja sama antara KONI Pusat dan perusahaan Kompas Group itu ditanda dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di lantai 12 Gedung KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Kamis (9/1/2020). Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman dan Direktur Utama PT Tata Media Prima I Made Cakra Adi dengan disaksikan jajaran pengurus KONI Pusat lainnya.

Menurut Sekjen KONI Pusat TB Ade Lukman, lomba lari Indonesia Marathon itu merupakan rangkaian kegiatan untuk mewujudkan KONI yang mandiri. Selain Indonesia Marathon, KONI Pusat juga akan menggelar Indonesia Beach Games, Indonesia Indoor Games, Indonesia Matrial Art Games dan Indonesia Youth Games.

“Saya berharap Indonesia Marathon ini menjadi yang terbesar. Bahkan bisa bersaing dengan lomba marathon lainnya di luar negeri seperti Boston, Tokyo dan Paris Marathon,” ujar Ade Lukman.

Dipilihnya PT Tata Media Prima sebagai mitra karena perusahaan ini sudah biasa menggelar lomba marathon diantaranya Borobudur Marathon dan Bali Marathon. Dengan pengalaman itu maka Ade Lukman optimistis, Indonesia Marathon akan berlangsung sukses.

“Kerja sama ini untuk jangka waktu lima tahun. Nantinya penyelenggaraan lomba ini pindah-pindah dari satu kota ke kota lain. Terutama yang menjadi destinasi wisata. Indonesia Marathon ini tanpa menggunakan dana dari APBN. Full swasta,” ucap Ade Lukman. *