Pengurus KONI PUSAT Tahun 2019-2023
Letjen TNI (Purn) Marciano Norman Terpilih Jadi Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 dalam acara Musornas KONI di Hotel Sultan Jakarta secara Aklamasi.
Serah Terima Jabatan Ketua Umum KONI Pusat
Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman Tatap Muka dengan Karyawan di Ruang Rapat Lantai. 10 Jakarta.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tono Suratman, melepas tim Sportama TopSkor Indonesia (TSI) U-15 yang akan tampil dalam ajang Gothia Cup Cina 2018, pada 12-18 Agustus mendatang, di Gedung KONI Pusat, Senayan, Senin (6/8) siang.

Di tengah kesibukannya jelang bergulirnya Asian Games 2018, Purnawirawan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD tersebut menerima 18 pemain TSI. Pesan-pesan monumental disampaikan Tono dalam jamuan yang berlangsung selama satu setengah jam tersebut. 

Antaranya, Tono berpesan agar pemain bersungguh-sungguh dan jangan sekalipun merasa kecil dihadapan negara lain. "Tunjukkan kalau kalian adalah putra-putra terbaik dari bangsa yang besar. Apalagi pengalaman kalian kan juga sudah cukup banyak," kata Tono dalam sambutannya. 

"Dua tahun lalu kalian runner-up di Swedia. Kemudian tahun lalu peringkat ketiga di Cina. Sekarang tunjukkan bahwa kalian bisa berada di podium tertinggi. Kesatuan Kopassus punya moto, 'Kita Tidak Terhebat', tapi 'Kita Terlatih'. Orang yang terlatih suatu saat akan menjadi hebat," ia melanjutkan. 

Pada kesempatan itu, Tono pun merasa bangga melihat semangat dari para pesepak bola muda yang tergabung dalam tim TSI U-15 ini. Ia meyakinkan kepada atlet-atlet muda ini untuk tidak perlu takut dalam menatap masa depan sebagai olahragawan profesional. 

"Apapun prestasi yang akan kalian raih di Cina nanti, juara atau tidak, saya akan menjadikan kalian sebagai duta olah raga khusus usia muda. Tugas kalian apa? Yaitu mengajak anak-anak lain seusia kalian untuk berolah raga. Mengajak mereka untuk menjauhi minum-minuman keras apalagi narkoba," ucap Tono. 

Bila sampai berprestasi, kisah mereka bisa menjadi inspirasi. Pasalnya, masa depan sepak bola Indonesia ada di tangan pemuda, yang pantang menyerah dan terus berusaha. "Keikutsertaan kalian di Gothia akan memantik semangat anak-anak muda yang lain untuk mengikuti bahkan melampaui kalian," ujarnya. 

Untuk itu, Tono mengimbau pemain supaya terus meningkatkan kedisiplinan diri, baik saat bertanding maupun di luar lapangan. Salah satunya dengan menjaga nutrisi dan menambah porsi latihan sendiri jika ada kesempatan. Menurutnya, kesuksesan diri sangat tergantung dari kedisiplinan diri. 

"Saya pernah membaca kisah Pele. Dia lebih tertarik untuk tetap berlatih disaat rekan-rekannya yang lain bermain di pantai memanfatkan waktu libur," Tono mengisahkan. "Untuk stamina tetap terjaga, coba mulai biasakan makan telur rebus tiga kali sehari. Atau minimal satu sehari. Telur itu bisa buat tulang kalian kuat dan otak bekerja maksimal."

Usai pelepasan di Kantor KONI Pusat, pemain pun melanjutkan agenda ke Markas Besar (Mabes) TNI, di Cilangkap, Jakarta Timur. Tambahan motivasi juga diberikan oleh Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Dody Usodo Hargo Suseno S.IP MM. Saat ini beliau merupakan Wakil Ketua Umum III KONI Pusat. 

Sejarah tentang sepak bola dunia banyak diketahui pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Bola Tangan Indonesia tersebut. Mayjen Dody menyebut, pada intinya semua olah raga tim itu sama. Semua pemain sama pentingnya dan sama bergunanya buat tim. 

"Siapa yang main pertama nanti, siapa yang cadangan, tidak usah saling iri. Biarkan pelatih yang menentukan karena pelatih yang paling tahu kondisi tim," kata Dody. Menurut Dody, salah satu problem mengapa sepak bola Indonesia sulit kali bersaing di level internasional pada tahap senior adalah kesiapan diri. 

"Saya yakin kalau di usia muda kita bisa bersaing, selanjutnya saat senior akan lebih bisa berprestasi. Jadi saya harap kalian jangan sampai cepat berpuas diri. Karena biasanya disanjung sedikit sudah jatuh, belum sampai puncak sesungguhnya. tegas Mayjen TNI Dody Usodo.