1948-   PON I diselenggarakan di Surakarta (9-9-1948).               

        PORI dan KORI membentuk delegasi untuk menghadiri Olympic Games XIV, London, namun gagal karenasituasi politik.

1949-    Kongres PORI III, Induk Organisasi mendapat hak otonomi, PORI sebagai badan koordinator.

1950-  PORI diubah jadi Persatuan Olahraga Indonesia (PORI) KORI diubah jadi KOI (Komite Olimpiade Indonesia)

1951-    Indonesia ikut serta dalam Asian Games I di New Delhi. Dalam persiapan tim ke Asian Games terjadi adanya tumpang tindih pelaksanaan tugas antara PORI dan KOI. Pada Kongres PORI – KOI bertepatan dengan PON II di Jakarta,  dicapai  kesepakatan  bahwa  demi  efisiensi PORI melebur ke KOI. Ketua tetap Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

 1952-   KOI mendapat pengakuan IOC dan untuk pertama kali Indonesia ikut serta pada Olympic Games XV Helsinki.

1959-     DAGI (Dewan Asian Games Indonesia) dibentuk pemerintah.

               • Tugas DAGI mempersiapkan penyelenggaraan Asian Games IV 1962.

               • KOI sebagai badan pembantu DAGI dalam hubungan internasional.

1961-      KOGOR (Komando Gerakan Olahraga) dibentuk pemerintah.

• Tugas KOGOR mempersiapkan  pembentukan tim nasional Indonesia.

• Induk-induk organisasi olahraga sebagai pelaksana teknis cabang olahraga yang bersangkutan.

• KOGOR dibentuk ditiap daerah tingkat I, bertugas menggerakkan olahraga membina bibit menunjang pembinaan olahraga nasional.

• Demokrasi terpimpin dengan pengerahan segenap “fund and forces” semaksimal  mungkin.