1966-   SK Presiden (Soekarno)  No. 143 A dan 156 A tahun 1966 mengukuhkan dibentuknya KONI (“lama”) sebagai pengganti DORI. Badan baru ini tidak dapat berfungsi karena tidak didukung oleh Induk Organisasi Olahraga berkenaan situasi politik pada masa itu

  •   Kabinet Ampera dibentuk oleh Presiden Soeharto. Depora dibubarkan dan  dibentuk Direktorat      Jenderal Olahraga    dibawah    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  •   KONI (“baru”) dibentuk oleh Induk Organisasi Olahraga (31  Desember 1966)   dengan Ketua Sri             Sultan Hamengbuwono IX.
  •    KOI diketuai oleh Sri Paku Alam VIII.

 

1967-    KONI dikukuhkan dengan SK Presiden (Soeharto) No. 57 Tahun 1967.

              Status KONI :

•  KONI adalah badan mandiri dan non pemerintah, artinya kegiatan olahraga kembali kepada             masyarakat.                                                           

              •  KONI sebagai mitra membantu pemerintah dibidang olahraga.

•  KONI tidak dikendalikan kelompok kekuasaan dan bebas dari kepentingan politik.                    

1978-  Dengan alasan efisiensi KONI – KOI menjadi satu, pengurusnya sama namun fungsinya                          berbeda.

 

               KONI melakukan pembinaan di dalam negeri      

                    KOI melakukan kegiatan dalam hubungan luar negeri

                   Ketua Umum KONI sekaligus Ketua KOI, Sri Sultan HB IX.

1981-     MUSORNAS IV KONI mengesahkan AD/ART dengan menetapkan KONI ibarat sekeping mata uang dua sisi yang kedalam  menjalankan  tugasnya  sebagai  KONI  dan keluar  berstatus sebagai KOI. Kondisi tersebut berlangsung sampai keberadaan KONI saat ini.