UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2005 TENTANG SISTEM KEOLAHRAGAAN NASIONAL

  1. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN KEOLAHRAGAAN NASIONAL.
  2. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN PEKAN DAN KEJUARAAN OLAHRAGA.
  3. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2007 TENTANG PENDANAAN KEOLAHRAGAAN.
  4. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2010 TENTANG PROGRAM INDONESIA EMAS.
  5. KESEPAKATAN BERSAMA KONI DAN KOMI TNI NOMOR 1195/UMM/IX/2010 DAN NOMOR KERMA/5/IX/2010 TANGGAL 27 SEPTEMBER 2010 TENTANG KERJASAMA PEMBINAAN DAN PENINGKATAN PRESTASI OLAHRAGA NASIONAL.
  6. ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA KOMITE OLAHRAGA NASIONAL INDONESIA.
  7. RENCANA STRATEGIS KOMITE OLAHRAGA NASIONAL INDONESIA 2011-2015.
  8. RANCANGAN PROGRAM KEGIATAN TAHUN 2012 KOMITE OLAHRAGA NASIONAL INDONESIA.
  9. POKOK - POKOK ORGANISASI DAN PROSEDUR KOMITE OLAHRAGA NASIONAL INDONESIA.

 

KONI memiliki tugas pokok merencanakan, mengkoordinasikan dan melaksanakan pembinaan dan peningkatan prestasi Atlet, kinerja Wasit, Pelatih dan Manajer,guna mewujudkan prestasi keolahragaan nasional menuju prestasi internasional, serta turut memperkokoh persatuan dan kesatuan dan ketahanan nasional dalam rangka mengangkat harkat serta martabat Indonesia.

FUNGSI:

Guna  memenuhi tugas tersebut, maka KONI Pusat melaksanakan  fungsinya meliputi:

  1. Meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa melalui pembinaan olahraga secara nasional.
  2. Memasyarakatkan Olahraga yang dibina oleh anggota KONI guna mencapai prestasi Optimal
  3. Membangun dan membina persahabatan antara bangsa melalui kerjasama dan hubungan keolahragaan, baik pada lingkup bilateral maupun multilateral dalam konteks keanggotaan organisasi olahraga internasional.

VISI:

MENJADIKAN KONI SEBAGAI ORGANISASI YANG INDEPENDEN DAN PROFESIONAL, UNTUK MEMBANGUN PRESTASI OLAHRAGA NASIONAL, GUNA MENGANGKAT HARKAT DAN MARTABAT BANGSA INDONESIA.

 

MISI:

MENINGKATKAN PRESTASI OLAHRAGA INDONESIA, MELALUI PEMBINAAN ORGANISASI DAN PENINGKATAN SUMBER DAYA OLAHRAGA YANG EFEKTIF, PENGGUNAAN SPORT SCIENCE & TECHNOLOGY, SERTA MEMBANGUN KARAKTER OLAHRAGAWAN GUNA MENCIPTAKAN ATLET YANG BERPRESTASI DI TINGKAT DAERAH, NASIONAL DAN INTERNASIONAL.

SUSUNAN PENGURUS KONI PUSAT MASA BAKTI 2015-2019

1. Ketua Umum    

 

 Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman, S.Ip

 
2. Wakil I Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga dan

    Bidang Pembinaan Organisasi

:

 

Mayjen TNI (Purn) Suwarno, S.Ip., M.Sc

 
3. Wakil II Ketua Umum Bidang Sport Science, Bidang Diktar
:

 

Mayjen TNI Dody Usodo Hargo S, S.Ip, MM

 

4. Wakil III Ketua Umum Bidang Litbang, Bidang Pullahta dan

    Bidang Kesejahteraan Pelaku Olahraga

:

 

Dr. dr. Ekawahyu Kasih, SH., MM

 
5. Wakil IV Ketua Umum Bidang Rena, Bidang Media/Humas dan

    Bidang MSD                                   

:

 

Marsda (Purn) TNI  Ir. K. Inugroho, MM

 
6. Wakil V Ketua Umum Bidang Kerjasama Dalam Negeri, Luar

    Negeri dan Hukum     

:

Marsda (Purn) TNI Surya Dharma, S.Ip

 
7. Sekretaris Jenderal   :

 

Ir. E. F. Hamidy, MBA

 
8. Wakil I Sekretaris Jenderal    :  Drs. L. Wahyu Priyanto, MM  
9. Wakil II Sekretaris Jenderal    :  Mayjen TNI Endang Sodik, MBA  
10. Wakil III Sekretaris Jenderal                                     :  Drs. Dody Iswandi  
11. Bendahara  :

 

Drs. Johnny E. Awuy

 
12. Wakil Bendahara     :  Dra. Lina, MM  
13. Ketua Internal Audit :  Dra. Tia Adhityasih, Sh., M.Ak., CPA., CA  
14. Wakil I Ketua Internal Audit :  Gunawan Sidauruk, SH., MM., MH  
15. Wakil II Ketua Internal Audit :  Ir. Martuama Saragi, MM  
16. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi   :  Mayjen (Purn) TNI DR. Tony SB. Hoesodo, SAP., M.Sc  
17. Wakil I Ketua Bidang Pembinaan Prestasi                    :  Dr. Johansyah Lubis, M.Pd  
18. Wakil II Ketua Bidang Pembinaan Prestasi    :  Del Asri, S.Si., M.Pd  
19. Wakil III Ketua Bidang Pembinaan Prestasi    :  Dr. N. Nurosi Nurasjati, M.Pd  
20. Wakil IV Ketua Bidang Pembinaan Prestasi 
:  Mayor Arm M. Asyik, S.Pd  
21. Ketua Bidang Pembinaan Organisasi        :  Mayjen (Purn)TNI Nanang Djuana Priadi, S.Ip  
22. Wakil I Ketua Bidang Pembinaan Organisasi      :  Drs. Eman Sumusi  
23. Wakil II Ketua Bidang Pembinaan Organisasi    :  M. Riyanto, SH., M.Si  
24. Wakil III Ketua Bidang Pembinaan Organisasi  :  Kol. Inf. Richard M. Tampubolon  
25. Wakil IV Ketua Bidang Pembinaan Organisasi
:  Safitri Hariyani, SH., MH  
26. Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran    :  Brigjen TNI Drs. Subroto, MM  
27. Wakil I Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran :  Letkol Kes. Drs. Irfan Bachtiar  
28. Wakil II Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran :  Kol. Arm M. Nazarudin, S.Ip  
29. Wakil III Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran   :  Ruslaini, SE., MM  
30. Ketua Bidang Sport Science dan IPTEK :  Lilik Sudarwati, S.Psi., MH  
31. Wakil I Ketua Bidang Sport Science dan IPTEK (Kesehatan)
:  Letkol Kes. Dr. Eka Poedjihartanto  
32. Wakil II Ketua Bidang Sport Science dan IPTEK (Nutrisi) :  Dr. Ir. Mansur Jauhari, M.Si  
33. Wakil III Ketua Bidang Sport Science dan IPTEK (Psikolog) :  Drs. T. Irwan Amrun, M.Psi  
34. Wakil IV Ketua Bidang Sport Science dan IPTEK (Biomekanik) :  M. Nanang H. Kusama, S.Pd., M.Sc  
35. Wakil V Ketua Bidang Sport Science dan IPTEK (Fisiologi) :  Dr. Leane Suniar  
36. Ketua Bidang Penelitian & Pengembangan   :  Mayor Dr. Sudirman, SH., MH  
37. Wakil I Ketua Bidang Litbang    :  Dr.dr.Zaenal Abidin,DSM.,Internist.,Sp.GK  
38. Wakil II Ketua Bidang Litbang :  Andre Paranoan, M.Pd  
39. Wakil III Ketua Bidang Litbang :  Syarief Fahmi Alqadri  
40. Wakil IV Ketua Bidang Litbang :  Romanus Ndau L., Lendong, S.Fil., M.Si  
41. Ketua Bidang Pengumpulan dan Pengolahan Data   :  Marsma TNI (Purn) Antonius Sunaryo, S.Sos., MM  
42. Wakil I Ketua Bidang Pengumpulan & Pengolahan Data :  N. Trisono Widiyanto  
43. Wakil II Ketua Bidang Pengumpulan & Pengolahan Data :  Yosua Praditya, SE., M.Si (Han)  
44. Ketua Bidang Perencanaan Anggaran     :  Drs. Twisyono, MM  
45. Wakil I Ketua Bidang Perencanaan Anggaran  :  Aris Subiyono, SH  
46. Wakil II Ketua Bidang Perencanaan Anggaran :  Satrio Sigit, SE., M.Com  
47. Ketua Bidang Mobilisasi Sumber Daya     :  Kol (P) Adi Suyoso  
48. Wakil I Ketua Bidang Mobilisasi Sumber Daya      :  Dra. Johana Sri Ambarwati  
49. Wakil II Ketua Bidang Mobilisasi Sumber Daya    :  Ir. Yusuf Ramli  
50. Wakil III Ketua Bidang Mobilisasi Sumber Daya     :  Tina Tayalen  
51. Wakil IV Ketua Bidang Mobilisasi Sumber Daya   :  Russy, SE., RFP  
52. Ketua Bidang Media dan Humas :  Marsma TNI (Purn) Aziz Manaf  
53. Wakil I Ketua Bidang Media dan Humas          :  Drs. Effendi Soen  
54. Wakil II Ketua Bidang Media dan Humas     :  -  
55. Wakil III Ketua Bidang Media dan Humas   :  M. Hengky Silatang, SH  
56. Wakil IV Ketua Bidang Media dan Humas :  Gungde Adiwangsa  
57. Ketua Bidang Kesejahteraan Pelaku Olahraga      :  Ir. Erizal Chaniago  
58. Wakil I Ketua Bidang Kesejahteraan Pelaku Olahraga  :  Drs. Henry Ridwan  
59. Wakil II Ketua Bidang Kesejahteraan Pelaku Olahraga   :  M. Nigara  
60. Wakil III Ketua Bidang Kesejahteraan Pelaku Olahraga  :  H. Icuk Sugiarto  
61. Wakil IV Ketua Bidang Kesejahteraan Pelaku Olahraga      
:  Widya  
62. Ketua Ketua Bidang Pembinaan Hukum     :  Amir Karyatin, SH., MH  
63. Wakil  Ketua Bidang Pembinaan Hukum                                      :  Eko Puspitono, SE., SH., MH  
64. Ketua Bidang Kerjasama Dalam Negeri  
:  Dr. Didin Wahidin, M.Pd  
65. Wakil I Ketua Bidang Kerjasama Dalam Negeri
:  Dr. H. Arsyad Achmadin, SH., M.Si  
66. Wakil II Ketua Bidang Kerjasama Dalam Negeri  
:  Muhammad Suhud, S.Ap., MA  
67. Wakil III Ketua Bidang Kerjasama Dalam Negeri  
:  Jarudin  
68. Wakil IV Ketua Bidang Kerjasama Dalam Negeri :  Drs. Edi Nurinda, M.Si  
69. Ketua Bidang Kerjasama Luar Negeri      :  I Gusti Putu Gede, MM  
70. Wakil I Ketua Bidang Kerjasama Luar Negeri   :  Indra Gamulya  
71. Wakil II Ketua Bidang Kerjasama Luar Negeri :  Bayu Deya Geovani Libransi, SE  
72. Kepala Sekretariat Umum :  Letkol Ckm (K) Poniwati  
73. Ketua Satgas PON XX/2020-Papua :  Yunus Wonda, SH., MH  
74. Wakil Ketua Satgas PON XX/2020-Papua :  Yanni, SH  
75. Sekretaris Satgas PON XX/2020-Papua :  Yusuf Yambe, ST., MT  
76. Anggota Satgas PON XX/2020-Papua   :  Hengky Sawaki, SE  

 

STRATEGI DAN PROGRAM

  • PENGUATAN FUNGSI ORGANISASI KONI PUSAT DAN KONI PROVINSI, SERTA PENGURUS BESAR DAN PENGURUS PUSAT INDUK CABANG OLAH RAGA. MENINGKATKAN KEMAMPUAN SUMBER DAYA MANUSIA DARI SEMUA UNSUR, BAIK PELATIH, MANAJER, ATLET, MAUPUN STAF, DAN MENGOPTIMALKAN SARANA PRASARANA OLAHRAGA GUNA MENINGKATKAN PRESTASI ATLET, KINERJA PELATIH DAN MANAGER. MELAKUKAN REKRUTMENT DAN PEMBINAAN ATLET SECARA BERTINGKAT DAN BERKELANJUTAN, MELALUI PROGRAM STRATEGIS PRIMA, MULAI DARI ATLET PRATAMA SAMPAI ATLET MUDA DAN UTAMA, DENGAN PENERAPAN SPORT SCIENCE & TECHNOLOGY, SERTA MEMBANGUN KARAKTER OLAHRAGAWAN YANG MELIPUTI ATLET, PELATIH, MANAJER DAN STAF KONI DAN KONI PROVINSI, GUNA MENCAPAI PRESTASI OLAHRAGA DI TINGKAT DAERAH, NASIONAL, DAN INTERNASIONAL.

 

  • MENDORONG KERJASAMA ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH DAN NON PEMERINTAH UNTUK MENDUKUNG SINERGITAS KEOLAHRAGAAN NASIONAL, TERMASUK DENGAN LEMBAGA-LEMBAGA KEOLAHRAGAAN DARI NEGARA-NEGARA SAHABAT. PROGRAM: MEMBANGUN KERJASAMA DENGAN KEMENEGPORA, KEMENDIKNAS, KEMENBUMN, KEMENKOKESRA, KEMENPU, PEMDA (PROPINSI, KABUPATEN DAN KOTA), KOI, KOMI, KONIDA DAN PB/PP SERTA LEMBAGA PENDIDIKAN (UNIVERSITAS, AKADEMI DAN SEKOLAH2 OLAHRAGA ) SERTA PERUSAHAAN2 SWASTA BERUPA MOU DI BIDANG ANGGARAN, INFRASTRUKTUR, PENDIDIKAN DAN KEHIDUPAN SOSIAL ATLET.

 

  • MEMBINA ORGANISASI KONI DAN KONI PROVINSI DALAM RANGKA MENINGKATKAN PERAN DAN FUNGSI ORGANISASI DALAM REKRUTMEN SERTA PEMBINAAN ATLET DI DAERAH DAN MENGEFEKTIFKAN FUNGSI PPLP DAN PPLM, SERTA CLUB-CLUB OLAHRAGA DENGAN MEMBENTUK SATUAN PELAKSANA PROGRAM INDONESIA EMAS DAERAH, SEBAGAI UPAYA MENGATASI KENDALA AKADEMIS BAGI ATLET YANG MASIH DUDUK DI BANGKU SEKOLAH DAN BAGI ATLET YANG BEKERJA SEBAGAI PROFESIONAL.

 

  • MENGOPTIMALKAN PEMANFAATAN FUNGSI SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA DI TINGKAT DAERAH MAUPUN PUSAT, SERTA FASILITAS OLAHRAGA TNI DAN POLRI, GUNA MENINGKATKAN PRESTASI ATLET DAERAH DAN ATLET ANDALAN NASIONAL. INIPUN SEBAGAI SUATU TEROBOSAN, GUNA MENGATASI KENDALA TERUTAMA DI DAERAH DIHADAPKAN KEPADA SEGALA KETERBATASAN STAKE HOLDER OLAHRAGA DI DAERAH. MENGOPTIMALKAN PROGRAM SERTIFIKASI PELATIH DAN WASIT, MELALUI KURSUS-KURSUS PENDIDIKAN DAN KEPELATIHAN BAIK DI DALAM MAUPUN DI LUAR NEGERI.

 

  • MENGOPTIMALKAN PROGRAM BEASISWA UNTUK ATLET DAN PELATIH, SERTA STAF KONI DAN KONI PROVINSI SERTA SATLAK PRIMADA. PROGRAM INI ADALAH BENTUK REWARD YANG HARUS KITA BERIKAN DALAM RANGKA MEMBERIKAN KESEJAHTERAAN BAGI MEREKA YANG BERPRESTASI.

 

  • MENGOPTIMALKAN PROGRAM PEMBINAAN CABANG OLAHRAGA PRESTASI DI MASING- MASING DAERAH, YANG LEBIH DI FOKUSKAN DENGAN MENENTUKAN SENTRA- SENTRA KEUNGGULAN SETIAP CABOR MELALUI KEJUARAAN-KEJUARAAN ANTAR WILAYAH (PORWIL) DENGAN PENDEKATAN SPORT SCIENCE AND TECHNOLOGY. PROGRAM INI HARUS KITA WUJUDKAN SECARA OPTIMAL BILA KITA INGIN MEMILIKI KEUNGGULAN KOMPETITIF DAN KEUNGGULAN KOMPERATIF DALAM PERCATURAN OLAHRAGA INTERNASIONAL.

1938-  Di tengah keresahan terhadap diskriminasi  penggunaan fasilitas olahraga, para pemuda Indonesia mendirikan Ikatan Sport Indonesia (ISI). Berbentuk federasi, ISI beranggotakan PSSI (Perserikatan Sepak Bola Indonesia), Pelti (Perserikatan Lawn Tenis Indonesia), dan Perserikatan Bola Keranjang Seluruh Indonesia (PBKSI).

-      ISI adalah kelanjutan dari semangat perikatan sport Indonesia yang dikenal dengan Sportbond yang berusaha menghimpun kekuatan seluruh insan yang secara umum belum mempunyai organisasi yang sah, dan sudah mulai ada komunikasi dengan Komite Olimpiade Asia.

-      Penyelenggaraan Sport Week dirancang setiap tahun oleh ISI sehingga membangkitkan persatuan dan persaudaraan masyarakat olahraga. (Nilai Heroisme). ISI menunjukkan jati diri kebangsaan Indonesia melalui pertunjukan olahraga yang melibatkan berbagai cabor yang juga eksis sampai sekarang. (Anti Penjajahan). ISI menjadikan kegiatan Pekan Olahraga (Sport Week) sebagai instrument persatuan sehingga memenuhi kaidah perjuangan (Alat Perjuangan)

-      Organisasi ISI merupakan sarana untuk memperjuangkan bangsa Indonesia untuk dihargai sebagai bangsa oleh Pemerintah Kolonial Belanda baik aspek olahraga maupun pergerakan nasional, dikarenakan pendiri organisasi ini adalah Voolksrad (Dewan Perwakilan Rakyat Masa Pemerintah Kolonial)

-      Pada tanggal 15 Oktober 1938 adalah waktu yang tepat untuk dijadikan suatu tonggak sejarah berdirinya suatu organisasi olahraga yang mewadahi seluruh aspirasi perkumpulan-perkumpulan olahraga yang dinamis dan demokratis.

-      Pada tanggal 15 Oktober 1938 merupakan momentum sejarah perjuangan bangsa Indonesia melalui olahraga dengan terselenggaranya multi event.

 

 

1946-    PORI (Persatuan Olahraga Republik Indonesia) sebagai badan olahraga bersifat nasional dan KORI (Komite Olimpiade Republik Indonesia) dibentuk oleh para Pemimpin olahraga eks pengurus GELORA, eks pengurus PUTERA, pengurus ISI dll., pada Kongres Olahraga I di Surakarta.

          Kedudukan di Yogyakarta

Ketua Umum PORI          : Widodo Sastrodiningrat      

Seksi Cabang Olahraga             :                              

                   1.          Sepakbola                 : Maladi

                   2.          Atletik                       : Abdul Aziz

                   3.          Renang                     : Soejadi

                   4.          Tenis                         : Soerjo Hamidjojo

                   5.          Bulutangkis                : Tri Tjondro Koesoemo

                   6.          Basket                       : Tonny Wen

                   7.          Bola Keranjang           : Soemantri

                   8.          Panahan                     : Sri Paku Alam VIII

                   9.          Anggar/Menembak      : Tjokroatmodjo

                   10.        Pencak Silat                : Wongsonegoro

                   11.        Gerak Jalan                 : Djoewadi

Ketua Umum KORI  : Sri Sultan Hamengku Buwono IX 


 

1948-   PON I diselenggarakan di Surakarta (9-9-1948).               

        PORI dan KORI membentuk delegasi untuk menghadiri Olympic Games XIV, London, namun gagal karenasituasi politik.

1949-    Kongres PORI III, Induk Organisasi mendapat hak otonomi, PORI sebagai badan koordinator.

1950-  PORI diubah jadi Persatuan Olahraga Indonesia (PORI) KORI diubah jadi KOI (Komite Olimpiade Indonesia)

1951-    Indonesia ikut serta dalam Asian Games I di New Delhi. Dalam persiapan tim ke Asian Games terjadi adanya tumpang tindih pelaksanaan tugas antara PORI dan KOI. Pada Kongres PORI – KOI bertepatan dengan PON II di Jakarta,  dicapai  kesepakatan  bahwa  demi  efisiensi PORI melebur ke KOI. Ketua tetap Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

 1952-   KOI mendapat pengakuan IOC dan untuk pertama kali Indonesia ikut serta pada Olympic Games XV Helsinki.

1959-     DAGI (Dewan Asian Games Indonesia) dibentuk pemerintah.

               • Tugas DAGI mempersiapkan penyelenggaraan Asian Games IV 1962.

               • KOI sebagai badan pembantu DAGI dalam hubungan internasional.

1961-      KOGOR (Komando Gerakan Olahraga) dibentuk pemerintah.

• Tugas KOGOR mempersiapkan  pembentukan tim nasional Indonesia.

• Induk-induk organisasi olahraga sebagai pelaksana teknis cabang olahraga yang bersangkutan.

• KOGOR dibentuk ditiap daerah tingkat I, bertugas menggerakkan olahraga membina bibit menunjang pembinaan olahraga nasional.

• Demokrasi terpimpin dengan pengerahan segenap “fund and forces” semaksimal  mungkin.


 

1962-    DEPORA (Departemen Olahraga) dibentuk, dipimpin oleh Menteri Maladi.

        -     Asian Games IV diselenggarakan di Jakarta (24/8  - 4/9 – 1962).

1963-     Februari, KOI diskors oleh IOC karena tidak mengundang Israel dan Taiwan dalam Asian Games IV.

        -     Juni, skorsing dicabut oleh IOC.

        -     GANEFO I diselenggarakan di Jakarta (10 – 22/11-1963).

1964-    DORI (Dewan Olahraga Republik Indonesia) dibentuk  pemerintah.

¨ Semua organisasi, KOGOR, KOI, Induk organisasi olahraga dimasukkan dalam DORI.

            ¨ Tugas DORI :

                  * Menetapkan kebijakan umum olahraga.

                  * Membina dan mengawasi seluruh kegiatan olahraga  

                 ¨  Tugas DEPORA :

                  * Mengelola pembibitan, pembinaan SDM (penataran pembina,pelatih,dsb)

                  * Penelitian dan pengembangan.

                  * Dukungan anggaran serta pembangunan dan pengembangan prasarana sarana olahraga.

1965-  Sekretariat Bersama Induk-induk Organisasi Cabang Olahraga dibentuk (25 Desember 1965), mengusulkan mengganti DORI menjadi Komite Olahraga Nasional Indonesia yang mandiri dan bebas dari pengaruh politik. Presidium Sekretariat Bersama (Sek Ber)

                                • Brig.Jen. Jonosewojo (PELTI).

                                • Kombes Pol. Tjoek Soejono (PABBSI)

                                • Drs. Ferry Sonneville (PBSI)

                                • Kol. Saelan (PSSI)


 

1966-   SK Presiden (Soekarno)  No. 143 A dan 156 A tahun 1966 mengukuhkan dibentuknya KONI (“lama”) sebagai pengganti DORI. Badan baru ini tidak dapat berfungsi karena tidak didukung oleh Induk Organisasi Olahraga berkenaan situasi politik pada masa itu

  •   Kabinet Ampera dibentuk oleh Presiden Soeharto. Depora dibubarkan dan  dibentuk Direktorat      Jenderal Olahraga    dibawah    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  •   KONI (“baru”) dibentuk oleh Induk Organisasi Olahraga (31  Desember 1966)   dengan Ketua Sri             Sultan Hamengbuwono IX.
  •    KOI diketuai oleh Sri Paku Alam VIII.

 

1967-    KONI dikukuhkan dengan SK Presiden (Soeharto) No. 57 Tahun 1967.

              Status KONI :

•  KONI adalah badan mandiri dan non pemerintah, artinya kegiatan olahraga kembali kepada             masyarakat.                                                           

              •  KONI sebagai mitra membantu pemerintah dibidang olahraga.

•  KONI tidak dikendalikan kelompok kekuasaan dan bebas dari kepentingan politik.                    

1978-  Dengan alasan efisiensi KONI – KOI menjadi satu, pengurusnya sama namun fungsinya                          berbeda.

 

               KONI melakukan pembinaan di dalam negeri      

                    KOI melakukan kegiatan dalam hubungan luar negeri

                   Ketua Umum KONI sekaligus Ketua KOI, Sri Sultan HB IX.

1981-     MUSORNAS IV KONI mengesahkan AD/ART dengan menetapkan KONI ibarat sekeping mata uang dua sisi yang kedalam  menjalankan  tugasnya  sebagai  KONI  dan keluar  berstatus sebagai KOI. Kondisi tersebut berlangsung sampai keberadaan KONI saat ini.


 

2005-   Pemerintah menerbitkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang  Sistem Keolahragaan Nasional dan memecah KONI menjadi KON dan KOI. KON melakukan pembinaan dalam negeri dan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional, KOI melakukan kegiatan pengiriman atlet keluar negeri dan penyelenggara pekan olahraga internasional di Indonesia.

2007-   Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 16, 17, dan 18 Tahun 2007 sebagai peraturan pelaksanaan UU No.3 Tahun 2005. KONI menyelenggarakan Musornas Luar Biasa (Musornaslub) antara lain mengesahkan anggaran dasar KONI dan KOI serta Rita Subowo sebagai Ketua Umum KONI dan KOI masa bakti 2007-2011.

2010-    Rakor di Surabaya, seluruh peserta KONI Provinsi merekomendasikan pembentukan Pokja Amandemen  UU No. 3 Tahun 2005 tentang SKN dan penyatuan KONI dan KOI.

2011-    Musornas KONI di NTB, Tono Suratman terpilih sebagai Ketua Umum KONI Pusat.

2012-   RAT KONI memutuskan perlu adanya penyempurnaan AD/ART KONI. Dibentuk Pokja dari unsur KONI Pusat, KONI DKI Jaya, Kalbar, Sultra, PB Perbakin, dan PB IKASI. Pada Desember 2012, Rembuk Olahraga Nasional KONI di Balikpapan merekomendasikan perlunya pemerintah menetapkan aturan untuk KONI yang implementatif sebagai satu-satunya wadah organisasi dalam mencapai prestasi Nasional menuju prestasi Internasional.

Catatan :

1.    PORI sebagai cikal bakal badan olahraga nasional yang mengkoordinasikan induk-induk organisasi olahraga dibentuk oleh masyarakat olahraga telah berdiri ditengah perjuangan kemerdekaan, 1946.

2.   PORI dan KOI pada awalnya merupakan badan yang terpisah. Karena dirasakan tidak efisien, 1951 PORI melebur ke KOI.

3.   KONI  lahir  dari  masyarakat  olahraga pada 1966 diketuai Sri Sultan Hamengku Buwono IX. KONI pada awalnya terpisah dengan KOI yang diketuai Sri Paku Alam VIII.

4.       Dengan alasan efisiensi pula, 1978 KONI dan KOI menjadi satu ibarat sekeping mata uang dengan dua sisi, disyahkan didalam AD/ART oleh Musornas IV KONI 1981.

5.   Dengan usia KONI 46 tahun ini, sejarah mengajarkan 2 kali penyatuan KONI – KOI semata-mata demi efisiensi.