27/08/2010
Biliar
Biliar Hampir Pasti ke Asian Games
SEMARANG, Kompas.com- Cabang olahraga biliar hampir pasti mewakili Indonesia tampil di Asian Games XVI di Guangzhou, China, November 2010, kata Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI), Tutuk Kurniawan.
"Saya sudah mendapat pemberitahuan lisan dari Satuan Pelaksana Pelatnas Program Indonesia Emas (Satlak Pelatnas Prima) soal rencana pengiriman cabang biliar ke China mendatang, tetapi surat keputusan (SK) resminya belum kami terima," kata Tutuk Kurniawan kepada Antara ketika dihubungi di Semarang, Kamis.
Tutuk Kurniawan yang juga Ketua Umum Pengprov POBSI Jawa Tengah berharap tidak ada perubahan soal rencana ini sehingga dirinya bisa mempersiapkan atlet yang akan diterjunkan pada pesta olahraga multievent antarnegara Asia di China.
Ia mengatakan, untuk persiapan ini, induk organisasi olahraga biliar di Tanah Air ini mempersiapkan dua pebiliarnya, yaitu Ricky Yang (Jateng) dan Irza Nasution (Jabar). "Kedua pebiliar ini sudah beberapa waktu menjalani latihan di Semarang," kata Tutuk Kurniawan yang juga Wakil Ketua Umum III (bidang perencanaan dan anggaran) KONI Provinsi Jawa Tengah.
Ia mengatakan, dua pebiliar ini mewakili dua atlet yang berbeda, yaitu Ricky Yang memiliki kemampuan yang bagus, sedangkan Irza Nasution memiliki mental yang bagus. "Kalau keduanya dipertandingkan, memang Irza belum pernah menang lawan Ricky tetapi saya melihat mental bertanding pebiliar kelahiran Riau (Irza Nasution) tersebut bagus," katanya.
Ia menjelaskan, dalam suatu event amatir maka kualitas seorang pebiliar hampir 90 persen menjadi jaminan untuk sukses menjadi yang terbaik, sedangkan untuk turnamen nasional dengan perbandingan 65 persen kualitas dan 35 mental.
Tetapi, kata dia, kalau sudah memasuki turnamen internasional atau multievent seperti Asian Games mendatang maka yang paling menentukan adalah mental dan dirinya melihat Irza bisa menunjukkan mental yang bagus saat bertarung pada Guinness World Series of Poo di Jakarta, Juli lalu.
Ia mengatakan, dengan tekanan pertandingan yang ketat, Irza mampu melaju ke babak final turnamen berhadiah total Rp1 miliar tersebut.
Ketika ditanya harapan terhadap kedua atlet tersebut apabila cabang biliar diberangkatkan ke Asian Games, dia mengatakan, tentunya dalam suatu pertandingan ada kalah dan menang."Perasaan saya, kedua pebiliar itu akan bisa menang. Yang penting bagi saya adalah menang dalam suatu pertandingan terlebih dulu, baru kemudian berbicara soal medali," katanya.
Ia berharap keduanya memang bisa menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia pada Asian Games mendatang.